Sunday, May 20, 2018

Bilingualism: Keeping Spirit Bilingual Program in Local University STKIP PGRI Nganjuk

Triana Wuri. English becomes the most essential language in the world. Almost all the people from many different countries around the world use it to communicate. The area of English has always become special interest. It is caused of the importance of English in many scope of human life. In this case, the writer tries to apply bilingual program in teaching speaking and there is conversation in this method, and conversation is part of speaking. It also gives students an opportunity to practice communication in different social contexts and social roles. Bilingual program would seem to be the ideal activity in which students could use their English creatively and it aims to stimulate a opportunity to practice and develop their communication skill.

The ability of the students’ speaking in STKIP PGRI Nganjuk, so far is so good but most of students still do not have confidence, shy and afraid to speak English. The writer tries to use any methods to improve students’ speaking skill. These methods chosen by writer because the writer assumes to solve this problem in class to make students brave to speak whatever of the methods. So that, the students prepare and want to learn before they study in the class.

One of the ways to improve the students’ speaking skill is the lecturer can motivate the students to increase their speaking skill through giving task presentation group bilingually start from first semester. In this activity, students have to express their ideas together with their groups, so they are not afraid and shy to practice speaking English in front of the class. Finally it can develop the students’ speaking skill.

Recently, due to the importance of English as an international language, a bilingual program is getting more popular. In this program, learners have to use English, in addition to Indonesian, as a means of communication. It is believed that the bilingual program can bring many benefits for students in encouraging them in learning English. This action also happens in a local university STKIP PGRI Nganjuk where students have to use English most of the time in the class and half time out of the class. The bilingual program seems to be compulsory to be used in the STKIP PGRI Nganjuk, especially for students in English Department because of several reasons, some of which are the goal of their study.

The success in teaching does not depend on the lesson program only, but more important is how the teacher presents the lesson and uses various techniques to manage the class more lively and enjoyable.

| 9:02 PM |

Monday, July 10, 2017

Layanan Kepada Mahasiswa

Bimbingan dan Konseling
Bentuk Kegiatan :
Diskusi dan layanan konsultasi
Pelaksanaan:
Pembimbingan konseling dilaksanakan empat kali dalam satu semester, dimana pertemuan wajib dilaksanakan sebanyak dua kali dalam bentuk pembimbingan KRS dan penyerahan KHS, selanjutnya dua kali pertemuan bersifat tentatif.
Aspek Layanan:
Akademik/non Akademik
Hasil :
Kartu Rencana Studi (KRS), Kartu Hasil Studi (KHS), IPK mahasiswa tinggi, drop out rendah, suasana akademik kondusif. Mahasiswa aktif berorganisasi, Beasiswa mahasiswa, Kegiatan kewirausahaan mahasiswa berjalan dengan baik dan Proposal PKM ke Dikti, Penyelenggaraan Lomba antar siswa, suasana akademik kondusif.

Minat dan bakat (ekstra kurikuler)
Bentuk Kegiatan :
Untuk menyalurkan minat dan bakat mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris, maka dibentuk Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) dan Himpunan Mahasiswa Program Studi (HMPS) Pendidikan Bahasa Inggris yang mengkoordinir semua unit kegiatan mahasiswa yang ada di Program Studi Bahasa Inggris.
Pelaksanaan:
Pembinaan minat dan bakat mahasiswa dilaksanakan melalui Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) seperti kegiatan keagamaan Lembaga Dakwah Kampus (LDK),  pecinta alam (Mahapala Duta Wilis),   kesenian (Theatre, Karawitan Lokananta, Music), Pramuka, KSR/PMI, PKM (Program Kreativitas Mahasiswa), Ikatan Mahasiswa Anti Narkoba (IMAN), Olahraga(Sepak bola, Voli, Futsal). Berbagai perlombaan di bidang olahraga, kesenian dan lainnya di tingkat Perguruan Tinggi diikuti secara rutin untuk setiap tahun dalam rangka Pekan Olah Raga dan Seni Nasional untuk mahasiswa Perguruan Tinggi PGRI se Indonesia. Untuk mendapatkan bibit-bibit baru dalam bidang yang diperlombakan.

Beasiswa
Bentuk Kegiatan:
Beasiswa
Pelaksanaan:
Informasi Beasiswa disampaikan oleh Pembantu Ketua III ke  tiap-tiap program studi. Beasiswa rutin , yaitu  PPA, BBP-PPA,  Putra Putri Guru PGRI, Beasiswa dari Yayasan dan beasiswa dari Depag dan gerejadikoordinasikan oleh sekertaris program studi untuk diumumkan kepada mahasiswa. Bentuk perekrutan beasiswa yang rutin untuk beasiswa PPA adalah menyeleksi IPK mahasiswa dari semester 3 sampai dengan semester 8, minimal IPK 3,0 secara proporsional. Sedangkan bentuk perekrutan beasiswa BBP-PPA disamping menyeleksi IPK mahasiswa minimal 2,5, juga kemampuan ekonomi orang tua, pengurus HMPS, dan menjadi kepanitiaan kegiatan kemahasiswaan. Hasil seleksi program studi disampaikan ke Sekolah Tinggi. 
Hasil:
Mahasiswa yang lolos seleksi memperoleh beasiswa sesuai dengan jenis beasiswa yang ada, yaitu PPA, BBP-PPA, Putra Putri Guru PGRI dan beasiswa dari Yayasan,

Thursday, June 8, 2017

Peninjauan Kurikulum

Kurikulum Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris direncanakan ditinjau setiap 2-3 tahun sekali. Peninjauan terakhir berkaitan dengan adanya perubahan Kurikulum Perguruan Tinggi yang disesuaikan dengan Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia (KKNI).
Mekanisme peninjauan kurikulum dilakukan sesuai dengan Pedoman Penyusunan Kurikulum STKIP PGRI Nganjuk, yaitu:
1. Peninjauan Silabus/SAP dan pembentukan RPS
Setiap awal semester bersamaan dengan rapat rutin program studi dengan tujuan untuk mengevalusi Silabus/SAP/RPS sehingga topik perkuliahan sesuai dengan isu-isu terbaru dalam dunia pendidikan terutama pada Program Studi  Pendidikan Bahasa Inggris. Rapat program studi dihadiri oleh seluruh dosen di program studi. Peninjauan untuk pengembangan Silabus/SAP/RPS dilakukan secara mandiri oleh dosen pengampu bersama tim program studi.
2. Peninjauan substansi kurikulum 
Peninjauan ini dilakukan bertujuan meninjau kesesuain struktur kurikulum dengan perkembangan keilmuan dan praktik penyelenggaraan Pendidikan Bahasa Inggris. Penyelenggaraan evaluasi dilakukan melalui hasil studi pelacakan yakni dengan cara menyebar angket/kuisioner kepada mahasiswa, alumni, dan pengguna. Data persepsi ini kemudian diolah dan disajikan dalam forum yang dihadiri oleh semua dosen dan pengelola program studi. Peninjauan kurikulum ditetapkan melalui keputusan bersama yang hasilnya dilaporkan kepada Pembantu Ketua I selaku penanggungjawab. Dasar peninjauan kurikulum adalah evaluasi atas relevansi berbagai materi yang ditawarkan dengan perkembangan keilmuan dan kebutuhan penunjang, terutama di lingkungan pendidikan. Pembahasan tentang mata kuliah yang pernah diajarkan pada tahun akademik berlangsung dievaluasi secara komprehensif untuk pengembangan pada tahun akademik mendatang. Untuk keperluan tersebut, program studi senantiasamengambil inisiatif untuk melakukan rapat akademik mempertemukan semua dosen, sehingga sharing informasi dapat dilakukan. Hasil pertemuan tersebut kemudian dirumuskan langkah-langkah penyelesaian yang berhubungan dengan penyempurnaan kurikulum serta arah pengembangan program studi. Landasan lain yang digunakan untuk melakukan peninjauan dan perbaikan kurikulum adalah umpan balik yang diperoleh dari para lulusan maupun para pengguna. Untuk kepentingan ini, program studi senantiasa menjalin hubungan dengan para alumni maupun para pengguna untuk mendapatkan input dalam upaya pengembangan program studi. Umpan balik juga diperoleh secara online melalui website program studi  dan offline melalui angket/kuesioner. Kritikan dan masukan akan menjadi bahan pertimbangan penting oleh program studi dalam penyusunan rencana ke depan. Upaya-uapaya ini dilakukan dalam bingkai kegiatan studi pelacakan yang dilakukan secara periodik oleh program studi.
Agenda perubahan kurikulum menyangkut perubahan beberapa mata kuliah initi dan pilihan. Mata kuliah yang dianggap yang sudah tidak sesuai diganti dengan mata kuliah baru yang lebih representative terhadap tuntutan perubahan. Selain itu, teknik penyampaian ataupun metode pembelajaran di kelas ditingkatkan kualitasnya melalui penggunaan teknologi canggih, sehingga penyajian materi kuliah menjadi lebih menarik. Metode pembelajaran juga semakin difokuskan pada diskusi kelas untuk menstimulus keaktifan daya analitis mahasiswa dan penulisan paper digunakan untuk menganalisis persoalan-persoalan mengenai Pendidikan Bahasa Inggris yang actual Metode pembelajaran yang diterapkan di Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris menggunakan SCL (student Center Learning) dimana fokus pembelajaran ada pada mahasiswa
Secara ringkas perubahan kurikulum dilakukan dan disesuaikan dengan

  1. Perkembangan ilmu pengetahuan dan praktik.
  2. Perkembangan teknologi informasi dan komunikasi.
  3. Tuntutan pengguna lulusan, alumni dan masyarakat.

Pihak yang terlibat dalam peninjauan kurikulum tersebut adalah:

  1. Pimpinan STKIP PGRI Nganjuk
  2. Ketua dan Sekretaris Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris
  3. Dosen Pendidikan Bahasa Inggris
  4. Pengguna Lulusan (Stakeholder)
  5. Alumni Pendidikan Bahasa Inggris 
  6. Mahasiswa semester VII Pendidikan Bahasa Inggris.


Monday, June 5, 2017

Monitoring Perkuliahan

Mekanisme monitoring perkuliahan terhadap kehadiran dosen, mahasiswa dan materi perkuliahan sebagai berikut :
Monitoring Kehadiran Perkuliahan Dosen dan Mahasiswa

  1. Setiap awal materi perkulihan semester dan menjelang Ujian Akhir Semester (UAS), seluruh dosen di undang rapat untuk mendapatkan pengarahan dari Ketua STKIP PGRI Nganjuk dan Ketua Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris membantu mengenai proses belajar dan mengajar dan langkah-langkah dalam menghadapi Ujian Akhir Semester (UAS). 
  2. Setiap dosen diwajibkan untuk membuat Rencana Pembelajaran Semester (RPS) yang dilaporkan kepada Ketua Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris yang kemudian disosialisasikan ke mahasiswa. 
  3. Setiap dosen diwajibkan untuk mengisi Daftar Kehadiran Dosen setiap akan mengajar di kelas yang disediakan program studi yang setiap minggunya dimonitor oleh tenaga kependidikan dan dilaporkan kepada Ketua Progran Studi Pendidikan Bahasa Inggris untuk diteruskan kepada Pembantu Ketua I. Dosen setiap akan mengajar wajib mengisi daftar hadir di bagian BAUK sekaligus mengambil daftar hadir mengajar yang berisikan instrumen perkuliahan (jurnal perkuliahan) berupa lembar kegiatan perkuliahan dan daftar hadir mahasiswa. Kemudian jurnal perkuliahan tersebut wajib diisi oleh dosen selesai memberi kuliah beserta daftar hadir mahasiswa untuk dikembalikan lagi ke BAUK. hal tersebut dilakukan dala rangka memonitor sajian materi perkuliahan, metode kuliah, tugas perkuiahan seperti kegiatan presentasi, diskusi makalah, review buku hasil penelitian lapangan, serta jumlah mahasiswa yang hadir. Dosen pengampu mata kuliah memiliki kewajiban 16 kali pertemuan (14 kali  pertemuan dalam perkuliahan ditambah 1 pertemuan Ujian Tengah Semester (UTS) dan 1 pertemuan Ujian Akhir Semester (UAS) sebagai bukti penguat, dosen wajib menandatangani jurnal perkuliahan tersebut. 
  4. Setiap mahasiswa wajib mengisi daftar hadir selama mengikuti perkuliahan dan apabila kehadiran kurang dari 75 %, maka mahasiswa tersebut tidak dapat mengikuti Ujian Akhir Semester (UAS). 
  5. Setiap akan mulai suatu perkulaiahan dilakukan monitoring perkuliahan dosen oleh mahasiswa dan pada setiap akhir semester dilakukan perhitungan dan evaluasi kehadiran dosen dan mahasiswa dalam perkuliahan oleh Tim Penjamainan Mutu Program Studi. Daftar hadir merupakan alat monitoring proses belajar mengajar dosen dan mahasiswa sekaligus dapat digunakan sebagai bahan evaluasi penilaian dosen dalam metode penyampaian materi kuliah sudah sesuai Rencana Pembelajaran Semster (RPS), diskusi kelas maupun presentasi makalah yang terkait dengan isu-isu aktual maupun tema-tema lain sesuai dengan mata kuliah yang diberikan dosen pengampu.
  6. Apabila dosen berhalangan mengajar dalam 2 (dua) kali tatap muka secara berturut-turut dengan tanpa alasan yang jelas, maka dosen yang bersangkutan digantikan dengan dosen yang lain. 

Mekanisme Penyusunan Materi Kuliah:
Penyusunan materi kuliah pada Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris  dilakukan oleh kelompok dosen dalam satu bidang ilmu, yang selanjutnya dimintakan masukan dari dosen lain, pengguna, dan pakar bidang ilmu dalam forum lokakarya penyusunan materi kuliah. Misalnya materi mata kuliah Writing I, Writing II, Writing III, Writing IV dikelompokkan dengan mata kuliah Academic Writing. Dengan cara demikian, maka dapat disusun materi kuliah yang saling mendukung, berkelanjutan, dan tidak tumpang tindih. Setiap kelompok mata kuliah dalam penyusunan materi kuliah saling berdiskusi dengan memperhatikan masukan dari dosen lain dan pengguna. Bila materi kuliah yang telah disusun oleh kelompok bidang ilmu telah selesai dilakukan, selanjutnya materi tersebut diplenokan pada rapat materi kuliah yang dihadiri oleh seluruh dosen guna memperoleh komentar, masukan, dan kritik. Hasil rapat pleno kemudian menjadi masukan akhir dalam penyusunan mata kuliah

| 2:15 PM |

Tuesday, May 16, 2017

Kompetensi Lulusan

Kompetensi Utama
Setelah lulus dari Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris , mahasiswa diusahakan  memiliki kemampuan untuk:

  1. Menguasai konsep teoritis bidang pengetahuan bahasa Inggris dari segi kebahasaan maupun kesastraan secara umum dan konsep teoritis bagian khusus dalam bidang pengetahuan tersebut secara mendalam, serta mampu memformulasikan penyelesaian masalah prosedural
  2. Mampu mengaplikasikan bidang pendidikan bahasa Inggris dan memanfaatkan ilmu pengetahuan, teknologi pada bidang pendidikan bahasa Inggris dalam penyelesaian masalah serta mampu beradaptasi terhadap situasiyang dihadapi.
  3. Memiliki kemampuan mengembangkan teori-teori belajar mengajar, mengevaluasi hasil belajar, dan merencanakan pembelajaran Bahasa Inggris dengan penguasaan yang tinggi dalam proses pembelajaran.
  4. Mampu mengembangkan diri dan mandiri dalam menggunakan keilmuan dan keterampilan berbahasa Inggris di lingkungan masyarakat dengan percaya diri dan bertanggung jawab.
  5. Kompetensi utama yang diformulasikan adalah sebagai berikut:
  6. Lulusan memiliki kompetensi utama sebagai Pendidik Bahasa Inggris
  7. Lulusan memiliki kompetensi utama sebagai Peneliti Bahasa Inggris
  8. Lulusan memilika kompetensi utama sebagai Edupreneur


Kompetensi Pendukung
Kompetensi Pendukung merupakan kompetensi yang berkesinambungan dengan kompetensi Utama. Kompetensi ini terintegrasi dengan berbagai keahlian yang diperoleh mahasiswa dalam perkuliahan. Kompetensi tersebut dapat dilihat dari kemampuan pekerjaan, antara lain:

  1. Mempunyai karakter diri yang kuat, beriman dan bertakwa kepada Tuhan YME.
  2. Mampu mengintegrasikan budaya lokal dalam kegiatan pembelajaran dan penelitian.
  3. Mampu berinteraksi dengan lingkungan budaya yang beragam di masyarakat.
  4. Mampu memfasilitasi pengembangan potensi ilmu untuk mengatualisasikan berbagai potensi yang dimiliki.
  5. Mampu meningkatkan kualitas guru bahasa Inggris yang memiliki kemampuan yang baik, kritis, beretika, bermoral dan bertaqwa.
  6. Mampu mengaplikasikan disiplin ilmu keguruan dan pendidikan.
  7. Membantu dan melayani masyarakat di bidang keguruan dan pendidikan.

Kompetensi Pendukung Lainnya

  1. Mampu  mengajarkan bahasa Inggris untuk siswa usia dini baik di tingkat PAUD atau TK dan SD.
  2. Mampu berwirausaha dengan  mendirikan kursus bahasa Inggris.
  3. Mampu menjadi seorang penerjemah baik secara tulis maupun lisan di dalam masyarakat. 
  4. Mampu memanfaatkan teknologi informasi untuk mengelola dan mengembangkan penelitian di masyarakat. 
  5. Mampu bekerja diluar kependidikan baik di bidang kepariwisataan, perbankan, bisnis dan lainnya.


Wednesday, May 3, 2017

Pembimbingan Akademik

Tujuan pembimbingan

  1. Memberikan bimbingan akademik mahasiswa dalam mengambil hak dan kewajiban akademiknya.
  2. Memberikan perhatian atas masalah yang sedang dihadapi mahasiswa, terutama yang terkait dengan prestasi studinya.
  3. Membantu mahasiswa dalam menyelesaikan studi tepat waktu dan membangun potensi individual mahasiswa.
  4. Memberikan penjelasan kepada mahasiswa mengenai pilihan karir yang dapat ditekuni.
  5. Memberikan gambaran kepada mahasiswa mengenai perkembangan terbaru dalam bidang pendidikan bahasa Inggris
  6. Membantu mengembangkan minat dan bakat mahasiswa.
  7. Menumbuhkan sikap mental akademik baik pendidikan maupun penelitian yang memiliki integritas yang tinggi dan beretika, serta dapat berkomunikasi dengan baik. Kemudian menumbuhkan kepedulian sosial untuk dapat melalulan pengabdian kepada masyarakat sebagai penerapan keilmuan dan hasil penelitian.


Pelaksanaan pembimbingan
Pembimbingan akademik dilaksanakan ada dua bentuk:

  1. Pelakasanaan dilakukan di kampus pada jam kerja atau sesuai kesepakatan 
  2. Setiap awal semester pembimbing akademik berkewajiban melaksanakan tugas bimbingan dengan memproses pengisian Kartu Rencana Studi (KRS) dan Kartu Hasil Studi (KHS) serta saat mahasiswa akan mengambil semester pendek. 
  3. Sebelum Ujian Tengah Semester.
  4. Sebelum Ujian Akhir Semester.


Masalah yang dibicarakan dalam pembimbingan

  1. Masalah yang berhubungan dengan akademik, yaitu: kesulitan dalam menentukan jumlah mata kuliah yang akan diampu dan diulang.
  2. Memberikan saran dan motivasi kepada mahasiswa berkaitan dengan pencapaian prestasi akademik, misalnya: mahasiswa mendapatkan surat peringatan atau IP/IPK menurun.
  3. Memberikan pertimbangan topik-topik yang akan menjadi materi penulisan tugas akhir. 
  4. Kesulitan dalam menentukan lingkup pekerjaan/profesi yang dapat dipilih pada saat mahasiswa lulus. 
  5. Masalah yang berkaitan dengan pengajuan beasiswa, masalah pembayaran keuangan.
  6. Pengajuan cuti akademik, mengajukan izin untuk mengikuti susulan ujian, dan lain-lain.
  7. Permasalahan psikologis mahasiswa yang disebabkan masalah keluarga, pertemanan, atau pergaulan dan organisasi kegiatan.


Manfaat yang diperoleh mahasiswa dari pembimbingan

  1. Mahasiswa dapat melakukan pembelajaran dengan lebih baik dengan semangat dan motivasi yang tinggi.
  2. Mahasiswa dapat lebih terarah dalam merencanakan mata kuliah dan mendapatkan evaluasi yang kontinyu.
  3. Peringatan awal untuk mahasiswa yang prestasi akademiknya kurang bagus. 
  4. Mahasiswa dapat mengetahui prospek profesi yang akan ditekuninya pada saat lulus.
  5. Menumbuhkan sikap mental,kepribadian dan berkomunikasi yang baik serta beretika.

Tuesday, May 2, 2017

Kurikulum Prodi Pendidikan Bahasa Inggris

Kurikulum yang berlaku di Program Studi  Pendidikan Bahasa Inggris STKIP PGRI Nganjuk  saat ini adalah kurikulum KPT (Kurikulum Perguruan Tinggi) atau lebih dikenal dengan KKNI (Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia) yang dirancang pada tahun 2014. Kurikulum ini mulai diberlakukan pada tahun akademik 2015/2016. Kurikulum ini dirancang  dengan terlebih dahulu meminta masukan, berupa pengisian angket, dari beberapa stakeholder. Dari masukan yang ada teridentifikasi jenis mata kuliah yang banyak dibutuhkan di masing-masing institusi bersangkutan. Informasi ini dijadikan dasar penyusunan kompetensi mahasiswa dan penawaran matakuliah pilihan. Selain itu pembahasan kurikulum secara Nasional juga pernah dilakukan melalui pertemuan para Ketua Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris yang diselenggarakan oleh Asosiasi Dosen Pendidikan Bahasa Inggris PGRI Se-Jawa Timur tahun 2015 di Sidoarjo. Hasil pembahasan Kurikulum tersebut diatas kemudian dijadikan dasar rancangan kurikulum Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris di STKIP PGRI Nganjuk dengan memuat kurikulum lokal dan kurikulum Nasional  dengan porsi yang dianggap cukup (dari 144-160 SKS yang wajib ditempuh oleh mahasiswa 148 SKS).
Back to Top